Teknologi Bagi Remaja, Baik atau Buruk ? Ini jawabannya !

Teknologi Bagi Remaja, Baik atau Buruk ?


     Teknologi, saat ini menjadi salah satu elemen di bumi yang berkembang dengan sangat cepat. Teknologi dalam konteks ini, adalah informasi dan komunikasi.
        Kita, sebagai manusia modern, saat ini sudah tidak asing lagi ketika melihat orang-orang menggunakan mobile phone dimanapun mereka berada. Di taksi, pasar, rumah, dan bahkan ketika menyetir, seseorang masih menyempatkan diri untuk menggunakan ponsel mereka.
      Di lain pihak, kita banyak melihat bahwa penggunaan teknologi didominasi oleh remaja. Mereka sangat cepat untuk menerima dan memahami bagaimana menggunakan teknologi. Ada banyak siswa SD, SMP, SMA, dan Universitas yang secara konsisten menggunakan teknologi mulai dari ponsel, komputer, internet, dan game.
       Apakah teknologi berdampak baik atau buruk? Teknologi adalah sekelompok perangkat yang bisa berdampak buruk bagi perkembangan kehidupan remaja.
       Pertama, informasi yang menyebar di dalam rangkaian teknologi banyak yang tidak terfilter. Informasi, apakah itu buruk atau baik, dengan cepat menyebar dari satu perangkat ke perangkat lainnya. Akibatnya, banyak remaja yang mengakses p*rn*grafi dan bahkan kecanduan terhadap akses konten-konten buruk tersebut.
       Berbagai macam kasus pelecehan s*ksual, pem*rkosaan, dan s*ks bebas yang ada di kalangan remaja saat ini, banyak yang disebabkan karena para remaja, sangat mudah untuk mengakses p*rn*grafi menggunakan internet.
        Kedua, kecanduan terhadap internet, dan game membuat para remaja lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial yang harus berinteraksi dengan orang lain. Saya menjumpai banyak kasus dimana orang-orang bertemu di sebuah tempat, namun mereka tidak mengobrol; mereka hanya “mengobrol” dengan teman-teman mereka yang jaraknya begitu jauh. Mereka lebih suka berinteraksi secara online menggunakan Facebook, Twitter, Path, Instagram, dan media sosial lainnya, daripada berinteraksi secara real dengan berbicara langsung kepada orang yang ada di dekat mereka.
        Ini adalah hal yang bertentangan dengan ideologi bangsa Indonesia, dimana kita harus mewujudkan masyarakat yang toleran dan peduli satu sama lain. Ketika keadaan ini terus berlanjut, kita akan kehilangan identitas kita. Remaja Indonesia akan tumbuh menjadi orang yang tidak peduli satu sama lain, tidak suka bersosialisasi, dan bahkan tidak mengenal orang-orang yang ada di sekitarnya.
      Tetapi, meskipun teknologi mempunyai dampak buruk, dibalik kecanggihan yang dikembangkan oleh manusia ini, tentu saja mempunyai banyak dampak baik. Pertama, teknologi adalah perangkat yang mampu meningkatkan kecepatan dan efektivitas arus informasi. Kita bukan lagi menjadi manusia konvensional yang harus mengirim surat apabila ingin berkomunikasi jarak jauh dan kita bukan lagi manusia yang harus menunggu berhari-hari untuk mendapatkan balasan pesan dari teman. Saat ini, semuanya menjadi mudah berkat adanya teknologi. Kita mampu mengirim pesan menggunakan e-mail dan SMS dalam waktu beberapa detik. Kita mampu mengobrol dengan teman yang sudah lama tidak kita temui dan tinggal di rumah yang jauh dari tempat kita tinggal. Kita mampu mengobrol dengan mereka menggunakan BBM, Facebook, Whats Up Messenger, Line Messenger, dan masih banyak lagi.
        Kedua, teknologi adalah media promosi bisnis yang sangat baik. Kita tentu mengenal internet, sebuah media informasi yang dapat diakses oleh jutaan orang dari seluruh dunia, kapanpun, dan dimanapun mereka mau. Ketika internet digunakan untuk mempromosikan produk maka ada banyak konsumen yang datang kemudian membeli produk tersebut. Strategi pemasaran menggunakan internet, juga dimanfaatkan oleh para remaja. Saya menjumpai banyak siswa SMA atau Universitas yang secara konsisten berdagang dengan memanfaatkan Media Sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, atau BBM. Ini merupakan dampak kemajuan teknologi yang sangat positif dan harus didukung oleh setiap orang. Menggunakan internet, seorang remaja tidak perlu mempunyai modal yang besar untuk berdagang. Mereka tidak harus menyiapkan uang puluhan juta untuk menyewa sebuah tempat sebagai toko. Mereka hanya perlu memanfaatkan ponsel mereka untuk berjualan dan mendapatkan uang.
      Teknologi, kita mengenalnya mempunyai dampak buruk dan baik bagi remaja. Agar remaja mengerti bagaimana cara memanfaatkan teknologi dengan baik, sebagai orang tua kita harus terus memandu mereka.
Semoga artikel ini sangat bermanfaat bagi kita semua.
LihatTutupKomentar